Kini malam begitu cepat berganti siang, semenjak dunia benar berputar malamku terasa sangat singkat tak cukup puas kunikmati tidur untuk beberapa saat saja.
Saat kami masih tinggal di komplek perumahan elit, tiap hari terasa menyenangakan dan tak terbersit sedikitpun hidup di jalan degan tidur di atas koran bekas. Semua terjadi dengan singkat cerita dan pemahaman yang cukup dimengerti, dengan dasar bahwa hidup tidak selalu di atas bahwa dunia pasti berputar.
“Bangun de, ayo kita cari makan semoga bisa beli nasi sama tempe ya!”
“Iya kak, dari kemarin kita makan nasi sama garam terus, bosan kak!”
“Jangan ngeluh ya de, semua sudah ada yang merencanakan, jika kita ngeluh nanti rencana indah tuhan diundur lagi waktunya gimana dong?”
“Jangan kak, bilangin aku gak ngeluh sama sekali, jangan rubah waktu indah yang sudah tertulis takdir kak”
“Iya de, ayo bawa kaleng buat kita ngamen sama peralatan kita mungut sampah!!”
“Iya kak!!” Sudah hampir 2 tahun mereka cukup hidup dengan sederhana menjadi pengamen dan pemungut sampah setelah petang mereka pulang dan menyuruh adik lelakinya itu tidur, setelah tidur kakaknya pergi kembali untuk memungut sampah atau menjadi pengamen, mereka beryukur jika sehari sudah bisa makan 2 kali, itu berarti mereka dapat uang sekitar 15 ribu hasil yang jarang didapatkan. Dengan 15 ribu itu bisa beli nasi 2 bungakus air 2 plastik dan dengan tempe 2 potong.
“Iya kak, dari kemarin kita makan nasi sama garam terus, bosan kak!”
“Jangan ngeluh ya de, semua sudah ada yang merencanakan, jika kita ngeluh nanti rencana indah tuhan diundur lagi waktunya gimana dong?”
“Jangan kak, bilangin aku gak ngeluh sama sekali, jangan rubah waktu indah yang sudah tertulis takdir kak”
“Iya de, ayo bawa kaleng buat kita ngamen sama peralatan kita mungut sampah!!”
“Iya kak!!” Sudah hampir 2 tahun mereka cukup hidup dengan sederhana menjadi pengamen dan pemungut sampah setelah petang mereka pulang dan menyuruh adik lelakinya itu tidur, setelah tidur kakaknya pergi kembali untuk memungut sampah atau menjadi pengamen, mereka beryukur jika sehari sudah bisa makan 2 kali, itu berarti mereka dapat uang sekitar 15 ribu hasil yang jarang didapatkan. Dengan 15 ribu itu bisa beli nasi 2 bungakus air 2 plastik dan dengan tempe 2 potong.
Saat malam dimana ia bermimpi tentang betapa nyenyak tidur di atas kasur empuk, ruangan yang begitu nyaman, pagi dengan sarapan yang tersedia di meja, sekolah di antar jeput semua dengan baik dan mimpi itu buyar ketika suara petir terdengar begitu dekat di telinga dan adiknya yang merengek ketakutan.
Melalakukan kegiatan itu tiap hari membauat mereka sangat mengerti bagaimana harus menghargai hidup,
Di suatu siang suara teriakan adiknya memecah nyayian pengamen itu dan langsung berlari ke kerumunan, saat sampai disana kerumunan itu hanya orang orang kosong dengan tak ada korban yang tergeletak atau masalah yang ia pikirkan. Dia pun menghela napas lega, dan bersyukur
“Dika, dika” dengan berlari dan nafas sesaknya
“Apa sit kau mengagetkanku?”
“Apa kau tadi menghampiri kerumunan itu?”
“Iya, aku kesana? Kenapa? Tak ada apa pun disana saat aku lihat?”
“Adikmu hampir tertabrak mobil dik, tapi belum sampai dia tertabrak dia keburu pingsan, adikmu dik. Harry!”
“Lalu kemana dia pergi, apa seseorang mengatakan sesuatu padamu?”
“Iya orang itu bilang akan membawa adikmu ke rumah sakit teratai di dekat toko yang biasa kita mungut sampah itu dik?”
“Baik wan, terimakasih ya, aku harus segera menyusul adikku..”
“Apa sit kau mengagetkanku?”
“Apa kau tadi menghampiri kerumunan itu?”
“Iya, aku kesana? Kenapa? Tak ada apa pun disana saat aku lihat?”
“Adikmu hampir tertabrak mobil dik, tapi belum sampai dia tertabrak dia keburu pingsan, adikmu dik. Harry!”
“Lalu kemana dia pergi, apa seseorang mengatakan sesuatu padamu?”
“Iya orang itu bilang akan membawa adikmu ke rumah sakit teratai di dekat toko yang biasa kita mungut sampah itu dik?”
“Baik wan, terimakasih ya, aku harus segera menyusul adikku..”
Aku tak bisa berkata kata saat perjalanan ke rumah sakit namun saya sangat kaget melihat adikku tertawa lepas bersama orang itu, Aneh dalam benakku..
“Harry apa kau tak apa? Siapa dia ry kenapa kau begitu nyaman bersamanya?”
“Apa ini dika, kakakmu harry?” dengan suara lembut dan snyman menawan pria berjas hitam itu terlihat tampan mengingatkan pada ayahku dulu
“Kenapa kau mengenalku dan adikku?”
Dia menghampiri dan memeluk, menangis dan meminta maaf
“Maaf kenapa? Siapa anda?”
“Saya, anton dik, ayahmu sempat meneleponku waktu saya masih di luar negeri dia mengirim foto kalian dan menyerahkan hak asuh kepada saya, ayahmu juga menyerahkan saham yang masih tersisa sebelum dia bangakrut padaku, aku kakak dari ayahmu dik”
“Apa ini dika, kakakmu harry?” dengan suara lembut dan snyman menawan pria berjas hitam itu terlihat tampan mengingatkan pada ayahku dulu
“Kenapa kau mengenalku dan adikku?”
Dia menghampiri dan memeluk, menangis dan meminta maaf
“Maaf kenapa? Siapa anda?”
“Saya, anton dik, ayahmu sempat meneleponku waktu saya masih di luar negeri dia mengirim foto kalian dan menyerahkan hak asuh kepada saya, ayahmu juga menyerahkan saham yang masih tersisa sebelum dia bangakrut padaku, aku kakak dari ayahmu dik”
Dari awal pertemuan kami di rumah sakit kita hidup bersama dengan istri dari paman yang menyayangi kami seperti anaknya, mulai sekolah kembali dan menjalani hidup seperti keluarga
“Adik ingat dunia akan terus berputar, kita harus siap kapanpun kita jatuh dan kembali ke bawah!”
“Iya kak!”
“Iya kak!”