Sabtu, 14 Januari 2017

Jangan Biarkan Indonesia Terbelah

Namaku Shavia. Aku salah satu perempuan yang sangat menjaga lingkungan sekitarnya. Di sekolah, aku mengikuti Club pencinta Alam. Aku bersekolah di Student High school duduk di kelas 2 SMP. Sahabatku bernama Chuck, dia mengikuti Club Dance. Sayangnya, dia sekarang sangat lesu dan malas mengikuti Dance. Ia berniat mengikuti Club Tinju.
Di rumahku, banyak tanaman hijau yang kurawat dengan Hati-hati agar Tanaman tidak Muntah (kebanyakan Air). Adikku, Shania. Juga ikut membantu Menyiram tanaman dan Memberi pupuk. Suatu hari, aku dan Chuck sedang berjalan pulang ke rumah. Kami melihat seseorang Mencabut tumbuhan hijau yang sangat indah “hei, jangan diperlakukan seperti itu!” seruku
Anak itu menoleh “memang kenapa? Apa masalahmu?” tanya Dia enteng
aku tak bisa menahan amarahku dan memukul dagunya dengan keras “Aww… apakah kau gila? Aku ini Anak gubernur” keluhnya
“Aku tak peduli kau anak siapa! Aku memang bukan anak dari gubernur, menteri atau presiden. Tapi aku anak Seorang Pegawai biasa. Aku selalu diingatkan untuk menjaga kelestarian alam. Jika kita merusak kelestarian alam. Semua hewan akan punah. Tumbuhan hijau tak lagi hijau. Banjir akan sering melanda kita. Jika banjir, tumbuhan tidak akan bisa tumbuh. Makanan akan menipis” jelasku panjang lebar, Anak itu dan Chuck terpana melihat Penjelasanku
“Kau hebat ya, oh iya. Kenalkan namaku Silvy. Aku senang mendengar penjelasanmu. Aku bangga rakyat indonesia yang mencintai budaya, kelestariannya dan lain-lain. kita juga harus menjaga Kebudayaan kita. Jangan sampai masyarakat indonesia terbelah karena diiming-iming Negara lain. Apakah rumahmu di perumahan casablanca? Mau berangkat bareng?” terang Silvy
“dengan senang hati, Ayo” jawabku sambil mengenggam Tangan Silvy
“wah, seru juga ya ikut club pencinta alam. Aku pindah ah” kata Chuck
“hahahha… kau ini” tawaku dan kami bertiga bersahabat selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar